TRAMP

TOP RANGER AND MOUNTAIN PATH FINDER / TANAH RAGA AIR MADYA PANCASILA

Bandung 5 JUNI 1970, terbentuklah TRAMP oleh sekelompok pemuda, mahasiswa, pelajar yang merasa mempunyai kesamaan dan kegemaran hidup di alam bebas, kendati mereka yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda.

Tekad luhur yang dilandasi formal organisasi yaitu AD/ART ( Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga), maka bergeraklah TRAMP dengan modal kerja kerjas dan semangat apa adanya. Langkah awal TRAMP mengambil orientasi kelompok : Belajar, cross country,hiking ( pendaki Gunung ), namun demikian orientasi awal merupakan pencarian bentu dari cita – cita luhur dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan bersama.

TRAMP pada dasarnya membuka diri untuk seluruh pemuda secara umum mulai dari kalangan Pelajar SMA, Mahasiswa atau mereka yang mempunyai hobby yang sama, akan tetap untuk menjadi anggota, mereka semua harus melalui tahapan administrasi dan operasional dengan demikian para calon anggota akan mempunyai keseriusan apabila ingin menjadi anggota TRAMP dan melalui tahapan tersebut, diharapkan perkembangan organisasi akan semakin berbobot.

Sampai tahun 1974, daya dan semangat juang organisasi belum dapat menciptakan keinginan seperti yang diharapkan seluruh anggota sementara kondisi anggota sudah mencapai titik semangat yang perlu diperhitungkan. Hal ini ditandai dengan meninggalnya alm. Dian Dahlan tahun 1972 dalam rangkaian kegiatan latihan mountaineering di pakar Dago Bandung dan pelaksanaan Kebut Gunung kebut TRAMP.

Pada waktu itu kaderisasi TRAMP dididik melalui kancah barak Komando Latihan Tempur Cikole Lembang pada KODAM VI SILIWANGI, Angkatan 1970 – 1974. Kemudian karena kesibukan para anggota, dekade tahun 1975 di Bandung tampak menurunnya kehidupan organisasi.

Jakarta Juni 1975, terbentuklah TRAMP Jakarta atas inisiatif anggoa Bandung yang telah pindah ke Jakarta mengalami perkembangan yang mengarah pada apa yang di cita – citakan. Semangat Hijrah Rasulullah menjadi tekad membangun TRAMP di Metropolitan.

Sampai tahun 1977, kegiatan berupa pemantapan operasional atau kegiatan lapangan lebih diutamakan sehingga membentuk rasa kebersamaan yang amat mendalam dan menimbulkan simpatik dikalangan organisasi Pencinta Alam di Indonesia. Hal ini ditandai dengan bergabungnya anggota baru sebanyaka 185 orang dalam tiga tahun berjalan.

Kemudian kaderisasi makin ditingkatkan dengan tetap melalui beberapa tahapan. Untuk menjadi anggota TRAMP calon anggota haruslah lulus pendidikan Dasar TRAMP yang diberinama CHANDRADIMUKA dan dilaksanakan di BARAK KODIKLAT RINDAM – KODAM V JAYA dengan aplikasi lapangan disekitar Pegunungan Jawa Barat. Sedangkan materi yang diberikan adalah P4, Kepemimpinan, Orgganisasi, Ketahanan Nasional, Peran Pemuda dalam Kamtibmas, Pelestarian Alam, Bendera Merah Putih dan tekhik hidup di Alam Bebas, yaitu : Mountaineering, Rock climbing, survival, pioneering, pesawat PHB, P3K, diving, terjung payung, biologi, zoology praktis, tekhis pelatihan pelaporan, olahraga arus deras, search and rescue, bela Negara.